Creative Mode Fortnite Timbulkan Masalah Setelah Bangunan Mirip Kabah Viral!

creative mode fortnite kabah

Epic Games sebagai pengembang game Fortnite, belum lama ini mendapatkan banyak kecaman setelah bangunan mirip kabah pada creative mode Fortnite viral!

Viralnya bangunan mirip kabah pada creative mode Fortnite ini bukan tanpa alasan, namun karena banyaknya berita ataupun tudingan yang beredar bahwa para pemain game ini harus menghancurkan kabah untuk dapat lanjut ke level berikutnya.

Tentunya kabar yang menghebohkan ini langsung menjadi kontroversi, karena isu yang merebak dianggap telah menodai Agama Islam oleh banyak pihak.

Awal Mula Bangunan Mirip Kabah Viral di Creative Mode Fortnite

Buat kamu yang belum tahu berita atau isu ini. Kabarnya bangunan mirip kabah di Fortnite mulai viral setelah adanya video yang beredar di YouTube terkait hal ini.

Setelah kami telusuri, sepertinya kami menemukan video akar masalah viralnya kasus ini. Untuk kamu yang penasaran, bisa langsung cek dan lihat videonya di bawah ini.

Kalau kamu sudah melihat video di atas dari awal sampai selesai, kami jamin 100% kamu tidak akan menemukan adegan kabah dihancurkan, kegiatan karakter di game yang sedang menghancurkan kabah, ataupun misi menghancurkan kabah.

Tapi, apa iya video tersebut sudah di edit sedemikian rupa akhir-akhir ini? Kami pun tidak tahu, mungkin Vicigers ada yang tahu soal informasi ini? Bisa langsung tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya.

Anehnya lagi, video viral yang diupload oleh channel DIGIRAMBO RAMBO tersebut adalah video yang sudah diunggah sekitar 2 tahun lalu di YouTube, bahkan sebelum pandemi Covid-19.

Menurut kamu, kira-kira apa sih tujuan di balik viralnya video kabah di Fortnite ini? Terlebih sampai saat ini pun, belum ada video yang menunjukkan benarnya tudingan yang banyak dilancarkan di dunia maya.

Pastinya, orang yang pertama kali melempar isu ini, sangat tidak bertanggung jawab sekali ya Vicigers. Masalahnya saat ini, isu game Fortnite dituding lakukan penghinaan terhadap umat Islam sudah menjadi isu dunia.

Oia, untuk kamu yang belum tahu soal creative mode Fortnite, fitur ini adalah mode Fortnite terbaru yang diluncurkan sekitar bulan Desember 2018.

Di mode ini, nantinya kamu sebagai player dapat membuat bangunan apa saja di dalam game. Entah itu rumah yang besar, istana, hingga bangunan atau berbagai landmark di seluruh dunia.

Kira-kira itu lah awal mula berasalnya isu yang sedang viral akhir-akhir ini terkait kabah dan Fortnite.

Baca juga: Skin Loki Favorit Kamu Akan Hadir di Fortnite Loh!

Fortnite Mobile Sudah Lebih Dahulu di Blokir Play Store dan App Store

blocked

Sepertinya Fortnite akhir-akhir ini memang sedang akrab terkait polemik soal pemblokiran akses game mereka.

Pada tahun 2020 lalu, game besutan Epic Games ini juga sudah lebih dulu di blokir oleh Play Store dan App Store lantaran dinyatakan melanggar kebijakan yang berlaku.

Fortnite dianggap telah melanggar syarat dan ketentuan yang diberlakukan Apple pada App Store, karena game Fortnite saat itu mendukung sistem pembelian di luar App Store.

Tak selang beberapa lama, Play Store pun juga mengikuti jejak Apple dengan mengapus game tersebut dari perpustakaan aplikasi mereka, karena masalah yang sama, Fortnite Mobile menerapkan sistem pembayaran versi mereka sendiri di Android.

Namun, sepertinya nasib baik, masih memihak kepada kamu yang menggunakan smartphone ber-platform android, pasalnya game Fortnite Mobile masih dapat kamu unduh dan lakukan pemasangan di smartphone android kamu, dengan mengunduh aplikasi (.apk) Fortnite Mobile langsung dari mobile web EPIC Games.

Scroll to continue reading
Scroll to continue reading
Scroll to continue reading
Scroll to continue reading

Sandiaga Uno Kaji Pemblokiran Game Fortnite

sandiaga uno

Tidak ketinggalan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno pun memberikan pendapatnya soal viralnya kasus ini.

Tidak lama dari mencuatnya kasus ini, Sandiaga Uno langsung menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji dan sekaligus merencanakan pemblokiran game Fortnite untuk anak-anak.

Ia berpendapat bahwa game Fortnite secara langsung sudah bertentangan dengan nilai-nilai luhur, khususnya nilai keagamaan. Sandiaga Uno juga menjelaskan bahwa game ini akan berpotensi penistaan agama.

Ia mengatakan bahwa dirinya diberitahu kalau ada game yang didalamnya terdapat ikon mirip Kabah, dan pemain diharuskan untuk menghancurkannya agar mendapatkan senjata baru dan naik level berikutnya.

Gimana nih Vicigers? Menurut kalian langkah yang dilakukan Pak Sandiaga Uno sudah tepat belum?

Terlebih Pusat Fatwa Elektronik Universitas Al-Azhar Kairo pun sudah mengeluarkan larangan atau fatwa haram bagi umat muslim untuk tidak memainkan game Fortnite.

Secara garis besarnya, game Fortnite juga dianggap telah melecehkan kesucian Kabah, mengutip dari Facebook Page Pusat Fatwa Elektronik Universitas Al-Azhar Kairo akhir Juni lalu.

Nah, karena alasan inilah, Sandioga Uno pun menyatakan bahwa dirinya setuju dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Azhar Kairo tersebut.

Epic Games Bantah Viralnya Isu yang Beredar

epic games

Epic Games selaku pengembang game ini dengan sigap membantah tudingan yang datang dari viralnya isu yang beredar beberapa hari terakhir ini.

Mereka melakukan klarifikasi di halaman Facebook resmi mereka dan langsung mengindentifikasi soal kemunculan gambar mirip Kabah yang berada di dalam game Fortnite.

Menurut tim Fortnite di Epic Games, bangunan menyerupai Kabah tersebut adalah merupakan hasil modifikasi dari pemain yang menggunakan creative mode Fortnite.

Dengan kata lain, sepertinya Epic Games disini seperti ingin menjelaskan bahwa yang seharusnya memiliki tanggung jawab lebih adalah pemain yang tidak dengan bijak menggunakan creative mode Fortnite, sehingga membuat gaduh seluruh jagat maya.

Baca juga: Top 5 Skin Fortnite Terlaris Sepanjang Masa

Belakangan juga terdengar kabar, ada Abdul Rahman Al Shamy yang mengkritik keras fatwa yang dikeluarkan Al-Azhar.

Abdul Rahman Al Shamy ini merupakan atlet esports yang juga menjadi salah satu pendiri perusahaan game di Timur Tengah.

Dirinya menyampaikan kepada BBC Arabic bahwa Al-Azhar seharusnya dapat membuat fatwa berdasarkan fakta, bukan hanya langsung menelan gosip yang beredar di sosial media tanpa lebih dulu berdiskusi dengan mereka yang terlibat di dalamnya.

Rumit banget ya Vicigers kasus kali ini, semoga kedepannya semua pihak yang terlibat menemukan jalan keluar terbaiknya masing-masing, jadi tidap perlu sampai ada pihak yang dirugikan, bener ga?

Mau Dapat Informasi Terbaru di Dunia Web-3, Game, dan Teknologi Metaverse?
Yuk isi email kamu di bawah!

Mau Dapat Informasi Terbaru di Dunia Web-3, Game, dan Teknologi Metaverse?

Yuk isi email kamu di bawah!

Muhammad Marie

Seorang tech enthusiast, lulusan S1 Sosiologi. Ga nyambung? Masa? Nyambung kok!

Add a comment

id_IDID